Laman

Jumat, 17 Mei 2013

Makalah Bahasa Indonesia "Ragam Bahasa"



MAKALAH BAHASA INDONESIA 
Ragam Bahasa 


UNIVERSITAS PAMULANG 



Nama : Hari Gunawan Wicaksono 

NIM : 2011051683 



KATA PENGANTAR 



Dengan terlebih dahulu mengucapkan puji syukur kehadirat Allah S .W.T,akhirnya makalah ini dapat juga kami selesaikan 

Oleh karna itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada mereka yang telah banyak berperan dalam proses penulisan makalah ini. Kami menyadari bahwa sebagai sebuah makalah ,makalah ini masih banyak kekurangannya maka untuk itu kami membuka diri untuk dapat menerima saran dan kritik yang membangun guna lebih sempurnanya makalah kami ini. 

penulis mengharapkan semoga Allah S.W.T. membalas budi baik semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini. 




Depok, 18 Desember 2011 



Penyusun 




BAB I 

PENDAHULUAN 



I. Latar Belakang

Untuk mengetahui informasi dari sebuah buku kita dapat memperolehnya melalui membaca resensi buku tersebut. Kolom resensi ini biasanya termuat dalam surat kabar atau majalah. Buku yang diresensi merupakan buku yang baru diterbitkan. Melalui resensi, masyarakat pembaca dapat memperoleh informasi penting tidaknya buku itu dibaca dengan berbagai keunggulan dan kelemahan yang terdapat pada buku tersebut. 

Menulis resensi berarti menyampaikan informasi mengenai ketepatan buku bagi pembaca. Didalamnya disajikan berbagai ulasan mengenai buku tersebut dari berbagai segi. Ulasan ini dikaitkan dengan selera pembaca dalam upaya memenuhi kebutuhan akan bacaan yang dapat dijadikan acuan bagi kepentingannya. Dalam makalah ini akan dibahas segala sesuatu tentang resensi yaitu pengertian atau definisi, tujuan, batasan resensi dan sebagainya. 



II. Permasalahan

Dari makalah ini maka akan didapat rumusan masalah sebagai berikut; 
1. Apa itu pengertian dari resensi dan apa tujuannya?
2. Apakah hanya buku yang bisa diresensi?
3. Bagaimana cara meresensi sebuah buku dan apa dasar-dasarnya?





BAB II 

PEMBAHASAN 



A. Pengertian

Kata “Resensi” berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memiliki arti menimbang kembali, melihat dan menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku. 

Menurut “Kamus Istilah Sastra” yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984), resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku. 

Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang baru diterbitkan. Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebagai sebuah bentuk tulisan yang merupakan perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku, pembahasan, atau kritik terhadap suatu buku. Bentuk tulisan ini bergerak di subyektivitas presensinya dengan bekal pengetahuan yang dimilikinya tentang bidang itu. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000), resensi berarti hasil pembahasan dan penilaian terhadap sebuah buku. Jadi, arti resensi mengarah kepada mengulas secara singkat, memberi penilaian, mengungkap, membahas, membandingkan, atau mengkritik sebuah buku. Sedangkan Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001 : 274). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku. Intinya membahas tentang isi sebuah buku baik berupa fiksi maupun nonfiksi. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa resensi adalah tulisan ilmiah yang membahas isi sebuah buku, kelemahan, dan keunggulannya untuk diberitahukan kepada masyarakat pembaca. 


Apakah hanya buku yang bisa diresensi? Sebenarnya bidang garapan resensi cukup luas. Apabila diklasifikasikan, ada tiga bidang garapan resensi, yaitu:

(a) buku, baik fiksi maupun nonfiksi
(b) pementasan seni, seperti film, sinetron, tari, drama, musik, atau kaset
(c) pameran seni, baik seni lukis maupun seni patung.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa resensi merupakan salah satu upaya menghargai tulisan atau karya orang lain dengan cara memberikan komentar secara objektif.

B. Cara Membuat Resensi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan resensi adalah sebagai berikut:

a) Peresensi harus bersikap objektif terhadap suatu yang akan diresensi dan
    menanggalkan sepenuhnya sikap subjektifitas.
b) Peresensi mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan
    diresensi.
c) Peresensi harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang
    memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.
d) Peresensi harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan tearah     
    pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtapsiran antara   
    resensator dengan penulis buku tersebut.
e) Peresensi harus mengungkapkan data berupa bagian atau unsur-unsur yang
    diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihubung-hubungkan antara   
    keduanya oleh pembaca.
f) Peresensi harus menghindari interprestasi yang keliru terhadap bahan yang
   diresensi, yaitu dengan cara mengetahui dengan jelas tujuan dan arah penulis/penyaji   
   karya tersebut.

C. Cara Menulis Resensi

Menulis resensi berarti menyampaikan informasi mengenai ketepatan buku bagi pembaca. Di dalamnya disajikan berbagai ulasan mengenai buku tersebut dari berbagai segi. Ulasan ini dikaitkan dengan selera pembaca dalam upaya memenuhi kebutuhan akan bacaan yang dapat dijadikan acuan bagi kepentingannya. Dalam penulisan resensi dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut,

a. Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensi.
  • Mulai dari tema buku yang diresensi, disertai deskripsi isi buku. 
  • Siapa yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format, hingga harga. 
  • Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis, hingga mengapa ia menulis buku itu. 
  • Buku itu termasuk golongan buku yang mana: ekonomi, teknik, politik, pendidikan,  psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra. 
b. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti. Peta  
    permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.

c. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian- 
    bagian yang dikutip untuk dijadikan data.

d. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.

e. Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut.

  • Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antara bagian yang satu dan bagian yang lain, bagaimana sistematikanya, dan bagaimana dinamikanya.
  • Isi pernyataan; bagaimana bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas pemikirannya. 
  • Bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, kalimat dan penggunaan kata, terutama untuk buku ilmiah. 
  • Aspek teknis; bagaimana tata letak, tata wajah, kerapian dan kebersihan, dan pencetakannya (banyak salah cetak atau tidak). 


Adapun beberapa tujuan penulisan resensi adalah sebagai berikut:

a) Menimbang agar buku atau suatu pementasan memperoleh perhatian dari orang-orang  
    yang belum membacanya atau menyaksikannya serta dari orang-orang yang 
    membutuhkannya.
b) Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu buku atau pementasan  
    sehingga penilaian itu diketahui khalayak.
c) Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan ilmu pengarang (untuk buku) dan kesesuaian  
    karakterisasi tokoh, penokohan, setting (untuk pementasan) dengan bahan yang  
    ditulisnya atau sajian pementasan.
d) Menghargai keunggulan dari suatu penulisan buku/penyajian pentas.
e) Mengungkapkan kelemahan suatu penulisan dan sistem penulisan/alur pementasan.
f) Memberikan pujian atau kritikan (yang konstruktif) terhadap bobot ilmiah atau nilai  
    sastra (untuk buku fiksi) karya tulis seseorang terhadap segala unsur pementasan
g) Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku yang baru terbit, seperti  
    berikut.

     - Siapa pengarangnya?
     - Mengapa ia menulis buku itu?
     - Apa pernyataannya?
     - Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama?
     - Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang dihasilkan oleh pengarang- 
       pengarang lain?


Selain memiliki tujuan-tujuan tersebut, resensi juga memiliki dasar-dasar resensi. Sebelum meresensi, peresensi perlu memahami dasar-dasar resensi. Apa sajakah dasar-dasarnya? Berikut ini penjelasannya.

a. Peresensi memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku itu. Tujuan pengarang dapat  
    diketahui dari kata pengantar atau bagian pendahuluan buku. Kemudian, dicari apakah 
    tujuan itu direalisasikan dalam seluruh bagian buku.
b. Peresensi menyadari sepenuhnya tujuan meresensi karena sangat menentukan corak  
    resensi yang akan dibuat.
c. Peresensi memahami betul latar belakang pembaca yang menjadi sasarannya: selera,  
    tingkat pendidikan, dari kalangan macam apa asalnya, dan sebagainya. Atas dasar itu, 
    resensi yang dimuat surat kabar atau majalah tidak sama dengan yang dimuat pada surat 
    kabar atau majalah yang lain.
d. Peresensi memahami karakteristik media cetak yang akan memuat resensi. Setiap media  
    cetak ini mempunyai identitas, termasuk dalam visi dan misi. Dengan demikian, kita 
    akan mengetahui kebijakan dan resensi macam apa yang disukai oleh redaksi. Kesukaan 
    redaksi ini akan tampak pada frekuensi jenis buku yang dimuat. Demikian pula, jenis 
    buku yang dimuat biasanya sesuai dengan visi dan misinya. Misalnya, majalah sastra tidak 
    menampilkan resensi buku tentang teknik. Jenis buku yang dimuat pasti buku yang 
    berkaitan dengan masalah ekonomi. Demikian pula dengan majalah teknik dan filsafat. 
   Selain itu, peresensi ada baiknya mengetahui media yang akan dituju, seperti surat kabar 
   (nasional atau daerah), dan majalah (ilmiah, ilmiah populer, atau hiburan).



D. Pola Tulisan Resensi

Ada tiga pola tulisan resensi buku, yaitu meringkas, menjabarkan, dan mengulas.

a. Meringkas (sinopsis) berarti menyajikan semua persoalan buku secara padat dan jelas.  
    Sebuah buku biasanya menyajikan banyak persoalan. Persoalan-persoalan itu sebaiknya   
   diringkas. Untuk itu, perlu dipilih sejumlah masalah yang dianggap penting dan ditulis 
   dalam suatu uraian yang bernas.
b. Menjabarkan (deskripsi) berarti mengungkapkan hal-hal menonjol dari sinopsis yang  
    sudah dibuat. Jika perlu, bagian-bagian yang mendukung uraian itu dikutip.
c. Mengulas berarti menyajikan uraian sebagai berikut:
    - isi pernyataan atau materi buku yang sudah dipadatkan dan dijabarkan kemudian  
      diinterpretasikan;
    - organisasi atau kerangka buku;
    - bahasa;
    - membandingkan (komparasi) dengan buku-buku sejenis, baik karya pengarang sendiri  
      maupun karya pengarang lain;
    - menilai, mencakup kesan peresensi terhadap buku, terutama yang berkaitan dengan  
      keunggulan dan kelemahan buku.



E. Bahasa

Pertimbangan bahasa yang mudah dipahami dan cara penyampaian yang komunikatif merupakan pertimbangan yang perlu disampaikan kepada pembaca resensi.

a. Gaya
Gaya bahasa penulisan yang dapat dinikmati oleh pembaca menjadi unsure penting yang dapat memotivasi pembaca. Variasi nda bahasa (tinggi, menengah, dan rendah), tingkat keresmian gaya bahasa (mulia, menengah, dan rendah) dapat memberikan kesegaran, kemenarikan, dan contoh bagi pembaca merupakan unsur yang perlu dipertimbangkan dalam penulisan resensi.

b. Denotasi dan konotasi
Penggunaan kata denatatif dalam penulisan yang berisi informasi ilmiah lebih cepat.Lain halnya karanganfiksi, cerita fiksi lebih mengandalkan makna konotasi. Dengan kata tersebut, penulis dapat leluasa membangkitkan imajinasi pembacanya.

Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) resensi itu. Outline ini sangat membantu kita ketika menulis. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar dan kriteria yang kita tentukan sebelumnya.

Selain itu kita juga perlu mengetahui unsur-unsur yang membangun resensi buku. Apa saja unsur-unsur yang membangun resensi buku?

a. Membuat Judul Resensi
Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Hal yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

b. Menyusun Data Buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
- judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan 
  juga judul aslinya.);
- pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang  
  tertera pada buku.);
- penerbit;
- tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
- tebal buku;
- harga buku (jika diperlukan).

c. Membuat Pembukaan (lead)
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut: 
- memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja  
  yang diperoleh;
- membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri 
  maupun oleh pengarang lain;
- memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
- memaparkan keunikan buku;
- merumuskan tema buku;
- mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
- mengungkapkan kesan terhadap buku;
- memperkenalkan penerbit;
- mengajukan pertanyaan;
- membuka dialog.

d. Tubuh atau Isi Pernyataan Resensi Buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal berikut:
- sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
- ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
- keunggulan buku;
- kelemahan buku;
- rumusan kerangka buku;
- tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
- adanya kesalahan cetak


Bagian-bagian yang harus ada di dalam karangan resensi adalah sebagai berikut :

a) Identitas Buku
Identitas buku meliputi fotokopi jilid luar buku atau foto buku buku, nama pengarang dan penerbit, tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan jumlah buku tersebut atau jumlah edisi dari buku tersebut. Data

b) Jenis Buku
Presensi mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yang terdapat di dalam buku tersebut. Misalnya dikenal jenis-jenis buku fiksi dan nonfiksi, buku ilmiah dan buku nirilmiah (hiburan), buku remaja, buku anak-anak, orang tua, buku keagamaan dan sebagainya. Pengelompokkan jenis buku bertolak dari klasifikasi buku itu dan titik pandang presensi terhadap buku tersebut.

c) Kutipan Singkat/Ikhtisar Buku
Dalam mengungkapkan bagian uraian atau kutipan singkat buku tersebut dapat dilakukan dengan membuat sesuatu ikhtisar yang menjadi ide sentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika presensi memahami seluruh isi buku itu dan menghubungkannya dengan judul buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakan untuk mengisi bagian ini.

d) Penilaian Terhadap Kualitas Buku
Bagian yang berisi penilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapat diunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengan wawasan yang sangat luas dan sikap objektivitas tinggi.

e) Ajakan
Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dan dipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya atau bagi kelompok yang membutuhkannya sesuai dengan bidang ilmu yang sedang didalaminya.




BAB III 

PENUTUP 



A. KESIMPULAN

  • Kata “Resensi” berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memiliki arti menimbang kembali, melihat dan menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. 
  • Resensi adalah tulisan ilmiah yang membahas isi sebuah buku, kelemahan, dan keunggulannya untuk diberitahukan kepada masyarakat pembaca. 
  • Dalam menulis sebuah resensi hendaklah menggunakan bahasa yang denotatif karena ingin menyajikan fakta secara ilmiah dan objektif. Resensi harus menerapkan kaidah Ejaan yang Disempurnakan, pilihan dan bentukan kata yang tepat, kalimat yang efektif, dan paragraf yang padu dengan penalaran yang logis. 
  • Ada tiga pola tulisan resensi buku, yaitu meringkas, menjabarkan, dan mengulas. 
  • Meresensi buku memiliki bermacam-macam tujuan, diantaranya yaitu menyampaikan informasi kepada pembaca, berupaya memotivasi pembacanya, memperlihatkan kualitas buku, dan sebagainya. 

Bagian-bagian yang harus ada di dalam karangan resensi adalah sebagai berikut :

a) Identitas Buku

b) Jenis Buku

c) Kutipan Singkat/Ikhtisar Buku

d) Penilaian Terhadap Kualitas Buku

e) Ajakan





DAFTAR PUSTAKA 


Djuharie, Otong Setiawan dan Suherli.2005.Panduan Membuat Karya Tulis.
Bandung:YRAMA WIDYA.

Widjono Hs.2011.Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembang Kepribadian di Perguruan Tinggi.Jakarta:Grasindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar